Sumpah Palapa adalah pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka (1336M).
Patih Gajah Mada
Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton, yang berbunyi,
- Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
-
Sumpah Amukti Palapa
Terjemahannya:
- Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".
Dan memang terbukti semasa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi bersama Patih Gajah Mada, Majapahit tumbuh berkembang menjadi kerajaan yang sangat besar.
Dari nama Sumpah Palapa tersebut Indonesia menamakan satelitnya dengan Satelit Palapa.
Nama tersebut ditentukan oleh Pak Soeharto pada Juli 1975.
Lewat kata 'Palapa' itulah, pemerintah berharap Indonesia mampu kembali berjaya seperti sejarah Nusantara.
Menurut saya,nama Satelit Palapa sendiri dapat memiliki makna menghubungkan semua warga Indonesia(Nusantara) dengan komunikasi.


