Minggu, 30 Oktober 2016

Hubungan antara Satelit Palapa dengan Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Patih Gajah Mada

Sumpah Palapa adalah pernyataan/sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka (1336M).
Patih Gajah Mada
Sumpah Palapa ini ditemukan pada teks Jawa Pertengahan Pararaton, yang berbunyi,
Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".
Sumpah Amukti Palapa
Terjemahannya:
Dia Gajah Mada Patih Amangkubumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia Gajah Mada, "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa".

Sumpah tersebut dikenal dengan sebutan Sumpah Amukti Palapa dimana sumpah itu dinyatakan oleh Patih Gajah Mada yang bertekad untuk menyatukan wilayah nusantara dibawah kerajaan Majapahit.
Dan memang terbukti semasa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi bersama Patih Gajah Mada, Majapahit tumbuh berkembang menjadi kerajaan yang sangat besar.

Dari nama Sumpah Palapa tersebut Indonesia menamakan satelitnya dengan Satelit Palapa.
Nama tersebut ditentukan oleh Pak Soeharto pada Juli 1975.

Pak Soeharto memberikan nama satelit tersebut dengan nama Palapa karena mengingat kebesaran nusantara yang bermula dari Sumpah Palapa.
Lewat kata 'Palapa' itulah, pemerintah berharap Indonesia mampu kembali berjaya seperti sejarah Nusantara.

Satelit ini merupakan awal program Satelit Palapa yang dimulai sejak Februari 1975, oleh karena itu kontrak yang diberikan ke Boeing Satellite Systems (dahulu dikenal dengan Hughes Space and Communication Inc.) dari Amerika Serikat .Program satelit Palapa yang mulai beroperasi sejak tahun 1976 ini menempatkan Indonesia menjadi negara ketiga di dunia yang mengoperasikan Sistem Komunikasi Satelit Domestik dengan menggunakan Satelit GSO.

Menurut saya,nama Satelit Palapa sendiri dapat memiliki makna menghubungkan semua warga Indonesia(Nusantara) dengan komunikasi.

                       
                     jestinnasalim@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar